Fi'il (Kata Kerja)

A. Definisi

Kalimah Fi’il adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa atau waktu tertentu (lampau, sekarang dan yang akan datang). Hampir seperti pengertian kata kerja dalam bahasa Indonesia, namun ada perbedaan sedikit.

Contoh:
Bekerjalah اُفْعُــلْ Sedang/ akan bekerja يَفْــعُــلُ Telah bekerja


B. Pembagian Kalimah Fi’il

1. Pembagian Fi’il berdasarkan waktu

Fi’il Madhi

Fi’il madhi ialah kata kerja yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan atau peristiwa pada waktu lampau (past tense).
Tanda-tandanya antara lain tampak pada huruf asli kata kerjanya dan pada umumnya mengandung suara “a” , misalnya كَـتَـبَ (telah menulis), قَــرَأَ (telah membaca)
Fi’il Madhi mempunyai 14 bentuk sesuai dengan banyaknya dhamir (pelaku).
Dhamir itu berfungsi sebagai fa’il (pelaku). Dengan mengambil contoh kata كَـتَـبَ(kataba), maka terdapat 14 bentuk sebagai berikut:
No Dhamir F. Madhi Arti Keterangan
1 هُـوَ كَتَبَ Dia (lk) telah menulis Bentuk asli tanpa perubahan
2 هُمَـا كَتَبَـا Keduanya (lk) telah menulis + ا pada huruf terakhir
3 هُـمْ كَتَبُـوْ Mereka (lk) telah menulis + ـــُوْ pada huruf terakhir
4 هِـيَ كَتَبَـتْ Dia (pr) telah menulis + ـتْ pada huruf terakhir
5 هُمَـا كَتَبَـتَا Keduanya (pr) telah menulis + ـتـََا pada huruf terakhir
6 هُـنَّ كَتَبْـنَ Mereka (pr) telah menulis + ـْــنَ pada huruf terakhir
7 اَنْـتَ كَتَبْـتَ Kamu (lk) telah menulis + ـْــتَ pada huruf terakhir
8 اَنْتُمَـا كَتَبْتُمـَا Kalian (lk) telah menulis + ـْــتُمَـا pada huruf terakhir
9 اَنْتُـم كَتَبْتُـمْ Kalian (lk) telah menulis + ـْــتُمْ pada huruf terakhir
10 اَنْـتِ كَتَبْـتِ Kamu (pr) telah menulis + ـْـتِ pada huruf terakhir
11 اَنْتُمَـا كَتَبْتُمَا Kalian (pr) telah menulis + ـْتُمَـا pada huruf terakhir
12 َانْتُـنَّ كَتَبْتُـنَّ Kalian (pr) telah menulis + ـْـتُـنَّ pada huruf terakhir
13 اَنَـا كَتَبْـتُ Saya telah menulis + ـْــتُ pada huruf terakhir
14 نَحْنُ كَتَبْـنَا Kami, kita telah menulis + ــْـنَـا Pada huruf terakhir
contoh:
خَلَقَ (kholaqo)=telah menciptakan أََمَرَ (amaro)=telah memerintahkan
خَرَجَ (khoroja)= telah mengeluarkan أَكَلَ (akala)=telah memakan

Fi'il Mudhari’

Fi’il Mudhari’ adalah yang menunjukkan pekerjaan atau peristiwa yang sedang terjadi (present tense) atau akan terjadi (future tense).
Ciri cirinya adalah dapat dimasuki huruf sin س dan saufa سَوْفَ contoh: سَيَشْـهَدُ, سَوْفَ يَشْـهَدُ. Dapat diawali dengan salah satu di antara empat huruf ا,ن,ي,ت (اَنَيْتُ) yang disebut huruf mudhara’ah, dapat dimasuki huruf لاَ (tidak). Seperti Fi’il madhi, Fi’il mudhari’ juga mempunyai 14 bentuk sesuai dhamirnya.
Contoh
No Dhamir F. Madhi Arti Perub Letak perubahan
1 هُـوَ يَضْـرِبُ Dia (lk) sedang/ akan memukul …. Akhir kata
2 هُمَـا يَضْرِبَـانِ Keduanya (lk) sedang/ akan memukul ….َانِ Akhir kata
3 هُـمْ يَضْرِبُـونَ Mereka (lk) sedang/ akan memukul …ُوْنَ Akhir kata
4 هِـيَ تَضْـرِبُ Dia (pr) sedang/ akan memukul تَ…. Awal kata
5 هُمَـا تَضْرِبانِ Keduanya (pr) sedang/ akan memukul تَ…َانِ Awal dan akhir
6 هُـنَّ يَضْـرِبْنَ Mereka (pr) sedang/ akan memukul تَ…بْنَ Awal dan akhir
7 اَنْـتَ تَضْـرِبُ Kamu (lk) sedang/ akan memukul تَ… Awal kata
8 اَنْتُمَـا تَضْـرِبانِ Kalian (lk) sedang/ akan memukul تَ…َانِ Awal dan akhir
9 اَنْتُـم تَضْـرِبُوْنِ Kalian (lk) sedang/ akan memukul ت…ُوْنَ Awal dan akhir
10 اَنْـتِ تَضْـرِبِيْنَ Kamu (pr) sedang/ akan memukul تَ…بِيْنَ Awal dan akhir
11 اَنْتُمَـا تَضْـرِبَانِ Kalian (pr) sedang/ akan memukul تَ…َانِ Awal dan akhir
12 َانْتُـنَّ تَضْـرِبْنَ Kalian (pr) sedang/ akan memukul تَ…بْنَ Awal dan akhir
13 اَنَـا اَضْـرِبُ Saya sedang/ akan memukul ا….. Awal kata
14 نَحْنُ نَضْـرِبُ Kami, kita sedang/ akan memukul نَ…… Awal kata

Fi'il Amar

Fi’il Amar adalah: kata kerja yang menunjukkan perintah (imperative) untuk melaksanakan pekerjaan. Biasanya diawali dengan huruf alif dan huruf akhir berharakat sukun.
Cara membuatnya adalah
a. Dari Fi’il madhi,
b. dibuang ya mudhari’nya (yaitu huruf awal Fi’il mudhari’)
c. huruf akhir diberi harakat sukun
d. Bila setelah dibuang ya mudhari’nya ternyata huruf awalnya berharakat sukun(ـْـ) maka ditambah dengan hamzah washal (ا) yang berkasrah yang tak perlu ditulis harakat kasrahnya.
Bentuk Fi’il Amar hanya ada 6, yaitu
No Dhamir F. Amar Arti Perubahan
1 هُــوَ ——— ———
2 هُـمَـا – ——— ———
3 هُــمْ – ———- ———
4 هِـيَ – ———- ———
5 هُمَـا – ———- ———
6 هُـنَّ – ———- —–
7 اَنْـتَ اُكْـتُبْ Memukullah kamu (lk) Asli
8 اَنْتُمَـا اُكْتُبَــا Memukullah kalian (lk) …..َا
9 اَنْتُـم اُكْـتُبُـوْا Memukullah kalian (lk) ….ُوْ
10 اَنْـتِ اُكْـتُبِي Memukullah kamu (pr) ….ِيْ
11 اَنْتُمَـا اُكْـتُبَتَـا Memukullah kalian (pr) …َتَـا
12 َانْتُـنَّ اُكْـتُبْـنَ Memukullah kalian (pr) ….ْنِ
13 اَنَــا – —- —-
14 نَحْـنُ – —- —–

2. Menurut Jenis hurufnya:

Fi’il Shahih

Fi’il shahih adalah kalimah Fi’il yang huruf aslinya tidak berupa huruf illat yaitu (و,ا,ي ).
Fi’il shahih ini dibedakan menjadi beberapa tipe (bina’)
a. Fi’il salim, yaitu fi’il yang huruf aslinya tidak berupa huruf hamzah atau tidak mudha’af (dobel)
contoh :
-يَـذْهَبُ ذَهَــبَ يَكْــتُبُ كَتَــبَ- يَــدْرُسُ دَرَسَ –
b. Fi’il mahmuz, adalah Fi’il yang salah satu hurufnya berupa huruf illat. Berdasarkan huruf illatnya, Fi’il mahmuz terdiri dari
1. mahmuz fa’, yaitu apabila huruf awal (fa’ fi’il) kata kerja berupa hamzah,contoh
فَـعَــلَ ـل ـعــ فـ
أَخَـــذَ ـذَ خَـــ أَ —Mahmuz fa
سَــأَلَ ـلَ ـــأَ سَ —Mahmuz ‘ain
قَـــرَ أَ أَ ـــر قَـَ —Mahmuz lam
3 2 1
2. Mahmuz ‘ain yaitu apabila huruf kedua (‘ain fi’il) kata kerja berupa hamzah
3. Mahmuz lam, yaitu apabila huruf akhir (lam fi’il) kata kerja berupa hamzah
c. Fi’il Mudha’af ialah kata yang huruf kedua (‘ain Fi’il) dan huruf ketiga (lam Fi’il) berupa huruf yang sama, kemudian ditasydidkan, contoh
ـــل ـــعَــ فَـ
مَـــدَّ مَـــدَدَ د دََ مَـ
سَـــدَّ سَـــدَدَ دَ دَ سَـ
هَـــزَّ هَـــزَزَ َزَ ز هَـ
3 2 1

Fi’il Mu’tal

Fi’il mutal ialah fi’il yang huruf aslinya berupa huruf illat.
Fi’il mu’tal ini terdiri 5 macam yaitu:
a. Fi’il mitsal, yaitu Kata yang fa’ fi’il (huruf pertama) berupa wawu(و )disebut Mitsal wawi (ميثال واوي ) atau berupa ya (ي ) disebut mitsal Ya’I ( ميثال يأـي ) , contoh:
ــل ـعَـ فَـ
وَعَـــدَ ــدَ عَـ وَ Mitsal wawi
وَضَــعَ ـعَ ضَـ وَ
يَسَـــرَ ـرَ سَـ يَـ Mitsal ya’i
يَبِـــسَ ـسَ َبِ يـ
3 2 1
b. Fi’il ajwaf, Fi’il ini terdiri dari dua macam yaitu
1) Ajwaf Wawi (أجوف واوى ) yaitu kata yang huruf keduanya berupa huruf wawu و , dan
2) Ajwaf Ya’i (أجوف يأى ), yaitu kata yang huruf keduanya ( ع) berupa huruf Ya ( ي )
Contoh:
ـل ـعَـ فَـ
صَـا نَ صَـوَنَ نَ ــو صََ Ajwaf wawi
صَــا مَ صَـوَمَ مَ ــوَ صَـ Ajwaf wawi
هـَـابَ هَـيَبَ بَ ـيـ هـَ Ajwaf ya’i
بَــاعَ بَـيَـعَ ـعَ ـيـ بـَ Ajwaf ya’i
3 2 1
c. Fi’il naqish, yaitu kata kerja yang huruf ketiga (lam fi’il) berupa huruf wawu atau ya.
Fi’il ini ada dua macam yaitu
1) Naqish wawi ( نا قص واوي ) kata yang huruf ketiganya berupa wawu ( و), dan
2) Naqish Ya’i (نا قص يَأي ): Kata yang huruf ketiganya berupa ya ( ي )
ـل ـعَـ فَـ
غَـــــــزَا غَــــزَوَ ـَو ـــز غََ Naqish wawi
سَــــرُوَ سَــــرُوَ ُوَ ـــر سَـ Naqish wawi
سَـــرَى سَــرَيَ يَ ــرَ سَ Naqish ya’i
خَشـــِي خَشِــي ـي شِـ خَـ Naqish ya’i
3 2 1
d. Fi’il lafif mafruq ( لَفِيْــف مَفْــرُوْق) yaitu kata kerja yang huruf pertamanya (fa’ Fi’il) berupa wawu (و ) dan huruf ketiganya (lam Fi’il) berupa ya (ي)
e. Fi’il Lafif Maqrun kata kerja yang huruf kedua (’ain Fi’il) berupa wawu (و ) dan huruf ketiganya (lam Fi’il) berupa ya (ي)
contoh
ـل ـعَـ فَـ
وَقَـــى وَقَــى ـى قـَ وَ Lafif mafruq
وَلـــَى وَلَــى ى لَ وَ Lafif mafruq
شَـوَى شَـوَى ى ـوِ شَـ Lafif maqrun
قَــوِيَ قَــوِيَ يَ وِ قَـ Lafif maqrun
3 2 1

3. Pembagian Fi’il menurut Objek Penderitanya

Fi’il Lazim

Fi’il Lazim yaitu fi’il yang hanya memiliki fa’il atau pelaku, tetapi tidak memiliki maf’ul bih (pelengkap penderita). Dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja intransitif.
Contoh
قَـَامَ – يَقُـوْمُ berdiri جَلَسَ- يَجْلِـسُ Duduk
Fi’il Muta’addi
Fi’il Muta’addi yaitu fi’il yang tidak hanya memiliki pelaku (Fa’il) tetapi harus dilengkapi dengan maf’ul bih (Objek penderita). Di dalam bahasa Indonesia disebut Kata kerja transitif. Contoh
شَـرَبَ-يَشْـرَبُ Minum اَعْطَـى-يُعْطِــى Memberi
تَبِــعَ-يَتْبَــعُ mengikuti ظَــنَّ –يَظُــنُّ Mengira
Fi’il muta’addi dapat dibentuk dari fi’il lazim. Beberapa Fi’il lazim dapat menjadi Fi’il muta’addi dengan mengikuti wazan-wazan (pola) sebagai berikut
Arti Muta’addi Pola Arti lazim
Mengeluarkan أَخْـرَجَ-يُخْـرِجُ اَفْعَـلَ – يُفْعِـلُ Keluar خَـرَجَ
Menggembirakan فَـرَّحَ – يُفَـرِّحُ فَعَّـلَ – يَُفَعِّــلُ Gembira فَـرَحَ
menyetujui وَافَـقَ – يُوَافِقُ فَاعَلَ – يُفَاعِـلُ Setuju وَفَــقَ

4. Pembagian Fi’il Menurut Bentuk Aktif/ Pasifnya

Fi’il Ma’lum

Fi’il Ma’lum adalah fi’il yang disebutkan fa’ilnya dan mempunyai pengertian aktif.
Contoh
contoh Maf’ul bih Fa’il Fi’il lazim Arti
أكَــلَ مَحَمَّــدٌ الـرُّزَّ ٌ الـرُّزَّ مَحَمَّــد أكَــلَ Muhammad makan nasi
قَــرَاَ عَـلِـيٌّ الكِتَــابَ الكِتَــابَ عَـلِـيٌّ قَــرَاَ Ali membaca buku

Fi’il Majhul

Fi’il majhul ialah Fi’il yang fa’ilnya dibuang dan digantikan oleh maf’ul bih (objek penderita).
Fi’il ini disebut juga kata kerja pasif. Fi’il ini hanya mempunyai dua bentuk yaitu Fi’il madhi dan fi’il mudhari’
Cara membuat Fi’il ma’lum menjadi fi’il majhul
Huruf pertama Fi’il madhi diberi harakah dhammah, huruf sebelum terakhir diberi harakat kasrah.
2.2 Contoh
6 huruf 4 huruf Tiga huruf
اِسْتَغْــفَـرَ تَــرْجَــمَ
menerjemahkan كَــتَــبَmenulis
ـر ـفَ ـغْـ تـَ سـْ اَِْ ـمَ جَـ ـرْ تَـ ـبَ ـتَ كَــ
ـر ـفِ ـغْـ تَُ سـْ اُ ـمَ جِـ ـرْ تُ ـبَ ـتِـ كُـ
6 5 4 3 2 1 4 3 2 1 3 2 1
اُسْــتُغْــفِـــرَ
Diminati ampunan تُــرْجِـــمَ
diterjemahkan كُــتِــبَ
Ditulis
Apabila fi’il berupa bina’ ajwaf (huruf tengahnya mu’tal), maka bentuk fi’il majhulnya dibentuk dengan cara ‘ain Fi’il (huruf kedua) diganti huruf ya. Contoh
قَـــالَ
berkata زَادَ
menambah
ـلَ ــا قـَ دَ َا ز
ـلَ ـيْـ قِ ـدَ يْـ زِ
قِِـيِـــــل
dikatakan زِيْـــــدَ َ
Ditambah
Cara membuat fi’il majhul dari Fi’il mudhari” adalah didhammahkan huruf pertama dan difathahkan huruf sebelum terakhir. Contoh
يَـسْـــتَغْـــفِـرُ
Meminta ampun يُـتَــرْجَــمُ
menerjemahkan يَــزِيْــدُ
menambah
ــرُ ـفِ غْــ ـتَ ـسْـ يـَ ـمُ ـجِـ رْ تَـ يُـ ـدُ يْــ ــز يَـِ
ــرُ فَـ غْــ ـتَ ـسْـ يُـ ـمُ ـجَـ رْ تَـ يُـ ـدُ ا ــَز يُـِ
يُسْتَغْــــــفَـــرُ
Dimintai ampun يُتَـــــرْجَــمُ
diterjemahkan يُـــــزَادُ
ditambah

5. Pembagian Fi’il menurut menurut susunan huruf

Fi’il Mujarrad

Fi’il mujarrad adalah kata kerja yang semua hurufnya huruf asli, belum mendapatkan tambahan huruf.
Fi’il mujarrad dibedakan menjadi dua macam
1. Fi’il Tsulatsy mujarrad, yaitu fi’il yang huruf aslinya terdiri tiga huruf. Fi’il ini ada 6 macam, yaitu
No Wazan (pola) Contoh Rumus
1 فَـعَــلَ – يَفْــعُـلُ كَبَتَ – يَكْتُبُ , نَصَــرَ, دَجَــلَ ــَــ , ــُـــ
2 فَـعَــلَ – يَـفْـعِـلُ جَلَسَ – يَجْـلِسُ ضَـرَبَ , رَجَـعَ ـــَــ, ــِـــ
3 فَـعَــلَ – يَـفْـعَــلُ قَـرَأَ – يَقْـرَأُ فَتَــحَ , صَنَـعَ ـــَــ , ـــَـــ
4 فَـعِــلَ – يَـفْـعَــلُ عَـلِمَ – يَـعْــلَمُ , فَهِــمَ, سَــلِـمَ ـــِــ , ـــَــ
5 فَــعُــلَ – يَفْــعُـلُ حَـسُنَ – يَحْسُنُ , شَـجُعَ , كَــرُمَ ــُــ , ـــُــ
6 فَــعِــلَ – يَـفْـعِـلُ حَـسِبَ – يَحْسِـبُ , وَمِقَ , وَرِثَ ــِــ , ـــِــ

Fi’il Mazid

Fi’il mazid adalah fi’il yang huruf aslinya mendapatkan tambahan. Fi’il ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu fi’il tsulatsy mazid dan fi’il ruba’y mazid.
1. fi’il tsulatsy mazid, adalah fi’il tsulatsy (aslinya 3 huruf) yang mendapatkan tambahan satu huruf, dua huruf dan tiga huruf.
a) yang mendapatkan tambahan satu huruf ada tiga pola (wazan) yaitu
No Pola contoh
1 فَعَّــلَ – يُفَـعِّــلُ عَـلَّــمَ , سَــلَّــمَ
2 فَاعَـلَ – يُفَـاعِـلُ قَـاتَــلَ جَــاهَـدَ
3 أَفْــعَـلَ – يُفْــعِــلُ اَكْــرَمَ – اَسْــلَــمَ

b) yang mendapatkan tambahan dua huruf ada lima pola (wazan) yaitu
No pola Contoh kata
1 تَفَـاعَـلَ – يَتَفَــاعَـلُ تَقَـارَبَ – يَتَقَـارَبُ
2 تَفَـعَّــلَ – يَتَفَـعَّــلُ تَقَـدَّمَ – يَتَقَـدَّمُ
3 اَفْتَعَــلَ – يَفْتَـعِــلُ اِجْتَمَــعَ – يَجْتَمِــعُ
4 اِنْفـعَــلَ – يَنْفَـعِــلُ اَنْقَطَــعَ – يَنْقَطِــعُ
5 اِفْـعَــلَّ – يَفـْعَــلُّ اِحْمَــرَّ – يَحْمَــرُّ
c) yang mendapatkan tambahan tiga huruf ada empat pola (wazan) yaitu
No Pola Contoh kata
1 اِسْتَــفْعَلَ – يَسْتَفْــعِلُ اِسْتَــغْـفَرَ – يَسْتَغْــفِرُ
2 اِفْعَــوْعَـلَ – يَفْعَوعِـلُ اِغْـرَوْرِقَ – يَغْـرَوْرِقَ
3 اَفْــعَـالَّ – يَفْعَــالُّ اَحْمَـارَّ – يَحْمَــارُّ
4 اَفْعَـــوَّلَ – يَفْعَــوِّلُ اِعْـلَـوَّطَ – يَعْـلَوِّطُ
2. Fi’il ruba’I mazid adalah fi’il ruba’I (huruf asal 4 huruf) yang mendapakan tambahan satu atau dua huruf. Fi’il ini mempunyai pola sebagai berikut
a) Yang mendapatkan tambahan satu huruf
Pola Contoh
تًفَعْـلَــلَ – يَتَـفَـعْـلَــلُ تَدَخْــرَجَ , تَبَسْمَــلَ
b) Yang mendapatkan tambahan satu huruf
No Pola Contoh kata
1 اِفْعَنْلَـلَ – يَفْـعَنْـلِـلُ اِخْـرَنْجَــمَ – يَخْـرَنْجِـمُ
2 اَفْعَلَــلَّ – يَفْـعِــلُّ اِطْمَـأَنَّ – يَطْمَـئِـنُّ


Mengenal Tanda-tanda I'rab



  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

TANDA ROFA'

للرفع أربع علامات : الضمة والواو والألف والنون
Rafa’ memiliki  empat tanda:
  1. Dhammah
  2. Huruf Waw
  3. Huruf Alif
  4. Huruf Nun
فأما الضمة فتكون علامة للرفع في أربعة مواضع : الاسم المفرد وجمع التكسير وجمع المؤنث السالم والفعل المضارع الذي لم يتصل بآخره شيء
Dhammah menjadi tanda bagi rafa’ pada empat tempat :
  1. Isim Mufrad,
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannas salim, dan
  4. Fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu
وأما الواو فتكون علامة للرفع في موضعين : في جمع المذكر السالم وفي الأسماء الخمسة وهي : أبوك وأخوك وحموك وفوك وذو مال
Huruf Waw menjadi tanda bagi rafa’ pada  dua tempat :
  1. Jama’ mudzakkar salim, dan
  2. Isim-isim yang lima yaitu
أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ
(Bapak mu, saudara laki-laki mu , ipar mu, mulut mu, pemilik harta )

وأما الألف فتكون علامة للرفع في تثنية الأسماء خاصة
Huruf Alif menjadi tanda bagi rafa’ pada isim-isim tatsniyyah yang tertentu

وأما النون فتكون علامة للرفع في الفعل المضارع إذا اتصل به ضمير التثنية أو ضمير جمع أو ضمير المؤنثة المخاطبة
Huruf Nun menjadi tanda bagi rafa’ pada fi’il mudhari yang bersambung dengan:
  1. dhamir tatsniyah,
  2. dhamir jama’, dan
  3. dhamir muannats mukhatabah


TANDA NASHAB

وللنصب خمس علامات : الفتحة والألف والكسرة والياء وحذف النون
B. Nashab memiliki  lima tanda:
  1. Fathah
  2. Huruf alif
  3. kasrah
  4. Huruf Ya
  5. Hadzfunnuun (membuang nun) 
فأما الفتحة فتكون علامة للنصب في ثلاثة مواضع : في الاسم المفرد وجمع التكسير والفعل المضارع إذا دخل عليه ناصب ولم يتصل بآخره شيء
Fathah menjadi tanda bagi nashab pada tiga tempat :
  1. Pada Isim Mufrad
  2. Jama’ taksir, dan
  3. fi’il Mudhari apabila masuk atasnya amil yang menashobkan dan tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatupun
وأما الألف فتكون علامة للنصب في الأسماء الخمسة نحو : رأيت أباك وأخاك وما أشبه ذلك
Huruf Alif menjadi tanda bagi nashab pada isim-isim yang lima contohnya :
رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاك (aku melihat bapakmu dan saudaramu) dan apa-apa yang menyerupai contoh ini.

وأما الكسرة فتكون علامة للنصب في جمع المؤنث السالم
Kasrah menjadi tanda bagi nashab pada jama’ muannats salim

وأما الياء فتكون علامة للنصب في التثنية والجمع
Huruf Ya menjadi tanda bagi nashab pada tatsniyah dan jama’ (mudzakkar salim)

وأما حذف النون فيكون علامة للنصب في الأفعال الخمسة التي رفعها بثبوت النون
Hadzfunnuun (membuang huruf nun), menjadi tanda bagi nashab pada fi’il-fi’il yang lima yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.


TANDA JAR

وللخفض ثلاث علامات : الكسرة والياء والفتحة
Khafadh memiliki  3 tanda:
  1. Kasrah
  2. Huruf Ya
  3. Fathah
فأما الكسرة فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الاسم المفرد المنصرف وجمع التكسير المنصرف وجمع المؤنث السالم
Kasrah menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
  1. Isim Mufrad yang menerima tanwin
  2. jama’ taksir yang menerima tanwin, dan
  3. jama’ muannats salim
وأما الياء فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الأسماء الخمسة وفي التثنية والجمع
Huruf ya menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
  1. Pada isim-isim yang lima (al asmaul khamsah)
  2. Isim Tatsniyah, dan
  3. jama’
وأما الفتحة فتكون علامة للخفض في الاسم الذي لا ينصرف
Fathah menjadi tanda bagi khafadh pada isim-isim yang tidak menerima tanwin (isim ghairu munsharif)


TANDA JAZM

وللجزم علامتان : السكون والحذف
Jazm memiliki  2 tanda:
  1. Sukun
  2. Al hadzfu (membuang)
فأما السكون فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع الصحيح الآخر
Sukun menjadi tanda bagi jazm pada fi’il yang shahih akhirnya

وأما الحذف فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع المعتل الآخر وفي الأفعال الخمسة التي رفعها بثبات النون
Al hadzfu menjadi tanda bagi jazm pada fi’il mudhari yang mu’tal akhirnya dan pada fi’il-fi’il yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.
فَصْلٌ اَلْمُعْرَبَاتُ
Fashl (pasal), Kata-kata yang di-Irab

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ . وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بالْحُرُوفِ
Kata yang di- i’rab itu ada dua:
  1. Kata yang di-i’rab dengan harkat (baris)
  2. Kata yang di-i’rab dengan huruf.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ : الاِسْمُ الْمُفْرَدُ ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ ، وَجَمْع الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بآخِرِهِ شَيْءٌ
Kata  yang di-i’rab dengan baris itu ada empat macam :
  1. Isim Mufrad
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannats salim, dan
  4. Fi’il Mudhari’ yang tidak bersambung dengan akhirnya sesuatu

وكلُّها . تُرفَع بالضَّمَّة وتُنصَب بالفتحة ، وتُخفَض بالكسرة ، وتُجزَم بالسكون. وخرج عن ذلك ثلاثة أشياء : جمع المؤنث السالم يُنصب بالكسرة ، والاسمُ الذي لا ينصرف يخفض بالفتحة ، والفعل المضارع المعتلُّ الآخر يُجْزَم بحذف آخره
Semua kata itu di-rafa’-kan dengan dhammah, di-nashab-kan dengan fathah, dan di-jazm-kan dengan sukun kecuali untuk tiga kondisi;
  1. jama’ muannats salim di-nashab-kan dengan kasrah
  2. Isim ghairu munsharif di-khafadh-kan dengan fathah
  3. fi’il mudhari’ mu’tal di-jazm-kan dengan membuang akhirnya

والذي يعرب بالحروف أربعة أنواع : التثنية وجمع المذكر السالم ، والأسماء الخمسة ، والأفعال الخمسة ، وهي : يفعلان ، وتفعلان ، ويفعلون ، وتفعلون ، وتفعلين
Kata yang di-i’rab dengan huruf itu ada empat macam :
  1. Isim Tatsniyah
  2. Jama’ mudzakkar salim
  3. isim-isim yang lima, dan
  4. fi’il-fiil yang lima, yaitu: يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ

فأما التثنية فترفع بالألف وتنصب وتخفض بالياء
Isim tatsniyah : di-rafa’-kan dengan huruf alif, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما جمع المذكر السالم فيرفع بالواو وينصب ويخفض بالياء
Jama’ mudzakkar salim: dirafa’kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

أما الأسماء الخمسة فترفع بالواو وتنصب بالألف ، وتخفض بالياء
Isim-isim yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf alif, dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما الأفعال الخمسة فترفع بالنون وتنصب وتجزم بحذفها
Fi’il-fi’il yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf nun, di-nashab-kan serta di-jazm-kan dengan membuang huruf nun.


*******************

فَصْلٌ اَلْمُعْرَبَاتُ
Fashl (pasal), Kata-kata yang di-Irab

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ . وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بالْحُرُوفِ
Kata yang di- i’rab itu ada dua:
  1. Kata yang di-i’rab dengan harkat (baris)
  2. Kata yang di-i’rab dengan huruf.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ : الاِسْمُ الْمُفْرَدُ ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ ، وَجَمْع الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بآخِرِهِ شَيْءٌ
Kata  yang di-i’rab dengan baris itu ada empat macam :
  1. Isim Mufrad
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannats salim, dan
  4. Fi’il Mudhari’ yang tidak bersambung dengan akhirnya sesuatu

وكلُّها . تُرفَع بالضَّمَّة وتُنصَب بالفتحة ، وتُخفَض بالكسرة ، وتُجزَم بالسكون. وخرج عن ذلك ثلاثة أشياء : جمع المؤنث السالم يُنصب بالكسرة ، والاسمُ الذي لا ينصرف يخفض بالفتحة ، والفعل المضارع المعتلُّ الآخر يُجْزَم بحذف آخره
Semua kata itu di-rafa’-kan dengan dhammah, di-nashab-kan dengan fathah, dan di-jazm-kan dengan sukun kecuali untuk tiga kondisi;
  1. jama’ muannats salim di-nashab-kan dengan kasrah
  2. Isim ghairu munsharif di-khafadh-kan dengan fathah
  3. fi’il mudhari’ mu’tal di-jazm-kan dengan membuang akhirnya

والذي يعرب بالحروف أربعة أنواع : التثنية وجمع المذكر السالم ، والأسماء الخمسة ، والأفعال الخمسة ، وهي : يفعلان ، وتفعلان ، ويفعلون ، وتفعلون ، وتفعلين
Kata yang di-i’rab dengan huruf itu ada empat macam :
  1. Isim Tatsniyah
  2. Jama’ mudzakkar salim
  3. isim-isim yang lima, dan
  4. fi’il-fiil yang lima, yaitu: يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ

فأما التثنية فترفع بالألف وتنصب وتخفض بالياء
Isim tatsniyah : di-rafa’-kan dengan huruf alif, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما جمع المذكر السالم فيرفع بالواو وينصب ويخفض بالياء
Jama’ mudzakkar salim: dirafa’kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

أما الأسماء الخمسة فترفع بالواو وتنصب بالألف ، وتخفض بالياء
Isim-isim yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf alif, dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما الأفعال الخمسة فترفع بالنون وتنصب وتجزم بحذفها
Fi’il-fi’il yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf nun, di-nashab-kan serta di-jazm-kan dengan membuang huruf nun.

*******************

Pengertian I’rab dalam Ilmu Nahwu


  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

Para ulama’ Nahwu berbeda-beda dalam mendefinisikan i’rab. Tetapi dalam perbedaan pendapat tersebut antara ulama’ satu dengaan yang lainnya mengarah ke pada satu tujuan dan maksud yang sama. 

Menurut Syekh Zaini Dahlan dalam kitab Matan al-Jurumiyah menjelaskan, bahwa i’rab adalah perubahan keadaan akhir kata karena perbedaan beberapa amil (penyebab perubahan akhir kata) yang menyertainya, baik secara lafal maupun perkiraan.

Sedangkan menurut pendapat Musthafa al-Ghalayain dan Ahmad al-Hasyimi. Mereka menyatakan bahwa i’rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil-amil yang masuk pada kata yang dimaksud. Dari pengertian tersebut, kita dapat memahami bahwa segala sesuatu yang berubah karena suatu amil maka disebut mu’ra.
Di dalam buku Ilmu Nahwu Terjemahan Matan al-Jurumiyah dan ‘Imrithy di jelaaskan, bahwa I’rab adalah;
الاعراب هو تغيير اواخر الكلم لاختلاف العوامل الدّاخلة عليها لفظا او تقديرا
I’rab ialah perubahan akhir kalimat karena perbedaan amil yang memasukinya, baik secara lafazh ataupun secara perkiraan.
Maksudnya; I’rab itu mengubah syakal (harakat) tiap-tiap akhir kalimat disesuaikan dengan fungsi amil yang memasukinya, baik perubahan itu tampak jelas lafazhnya atau hanya secara diperkirakan saja keberadaannya.
Contoh perubahan secara lafadz;
جَاءَ زَيْدٌ             = Zaid telah datang
رَاَيْتُ زَيدًا = Aku telah melihat Zaid
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ          = Aku telaah bertemu dengan Zaid
يَضْرِبُ                = Dia memukul
لَنْ يَضْرِبَ            = Dia tidak akan dapat memukul
لَمْ يَضْرِبْ            = Dia tidak memukul
Contoh perubahan secara diperkirakan keberadaan;
يَخْشَى                = Dia merasa takut.
لَنْ يَخْشَ             = Dia tidak akan merasa takut.
لَمْ يَخْشَى             = Dia tidak merasa takut.
جَاءَ الْفَتَى            = Telah datang seorang pemuda.
رَاَيْتُ الْفَتَى           = Aku telah melihat seorang pemuda.
مَرَرْتُ بِالْفَتَى        = Aku telah bertemu dengan seorang pemuda.
اعرابهم تغيير اخر الكلم * تقديرا او لفظا لعامل علم
“I’rab Menurut mereka (Ahli Nahwu) ialah perubahan akhir kalimat, baik secara perkiraan maupun secara lafadz, karena ada amil masuk yang dapat diketahui keberadaannya.

Untuk tanda- tanda i'rab klik disini: - Mengenal Tanda-tanda I'rab

Tanda-tanda Fiil ( Kata Kerja)


  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

Tanda-tanda Fiil

Baiklah, langsung saja kita masuk ke pembahasan ini  :
1. Didahului oleh qod (قد)
contoh:
قَدْ أَفْلَحَ المُؤمِنُون (qod aflahal mukminuun), "aflaha" merupakan fi'il karena didahului oleh "qod".
2. Didahului oleh sin (س) (baca: sa)
contoh:
سَيَقُوْلُ السُّفَهاَءُ (sa yaquulus sufahaa-u), "yaquulu" merupakan fi'il karena didahului oleh "sa".
3. Didahului oleh saufa (سوف)
contoh:
سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ (saufa ta'lamuuna), "ta'lamuuna" merupakan fi'il karena didahului oleh "saufa".
4. Ada ta' ta'nits yang disukunkan (تْ)
contoh: قاَمَتْ هِنْدٌ (qoomat Hindun), "qoomat" merupakan fi'l karena mengandung ta' ta'nits yang disukun (تْ).

Tanda-tanda Isim ( Kata Benda )


 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

Tanda-tanda Isim

Baiklah, langsung saja kita mulai pembahasan yang singkat ini
1. Bisa dibaca Jer (جير)
Tanda pertama dari kalimat isim adalah bisa dibaca Jer.
Contoh :  من المدرسةِ
yang perlu anda perhatikan adalah huruf ةِ
2. Bisa kemasukan Huruf Jer (حرف الجر)
Tanda kedua adalah Bisa kemasukan huruf jer... Artikel mengenai huruf jer,, sudah saya jelaskan. Di postingan sebelumnya. Anda bisa mengunjunginya disini. Contoh :  مِنَ المدرسة
yang perlu anda perhatikan adalah huruf مِنَ
3. Ada Tanwin
yang nomor 3 adalah adanya tanwin. Contoh : ٌزَيْد
4. Ada AL (ال)
Tanda yang ke empat, yaitu : Terdapatnya AL Contoh : اَلْحَمْدُ
5. Nida' (الندا)
Di tanda yang nomor lima ini,, akan langsung saya tunjukkan contohnya saja. Untuk Artikel mengenai apa itu Nida', Tunggu postingan saya berikutnya. Contoh : ياَزَيْدٌ
6. Musnad Ilaih (مسند إليه)
Sama dengan tanda yang nomor lima.. Disini saya akan menunjukkan contohnya saja.
Contoh : أَنْتَ قاَئِمٌ , نََحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ

Untuk Tanda-tanda Fiil Klik disini : Tanda-tanda Fiil ( Kata Kerja)